Label Custom vs Bikin Sendiri: Mana yang Lebih Hemat dan Menguntungkan?

Membuat label untuk produk mungkin terlihat seperti hal kecil. Namun, bagi sebuah bisnis, label bukan hanya sekadar tempat untuk mencantumkan nama brand. Label juga menjadi bagian dari identitas produk dan dapat memengaruhi kesan pelanggan terhadap sebuah usaha.

Ketika ingin membuat label, ada dua pilihan yang sering di pertimbangkan: memesan custom label kepada jasa profesional atau mencoba membuatnya sendiri.

Sekilas, membuat label sendiri terlihat lebih hemat karena tidak perlu membayar jasa produksi. Namun, apakah benar demikian jika di hitung secara keseluruhan? Mari kita bandingkan keduanya dari sisi biaya, waktu, kualitas, proses produksi, hingga kebutuhan bisnis.

Apa itu label custom?

Label Custom adalah label yang di buat sesuai kebutuhan sebuah brand atau produk, mulai dari desain, ukuran, bentuk, bahan, warna, hingga jumlah produksinya.

Label custom dapat di gunakan untuk berbagai jenis usaha, seperti:

  • Brand pakaian
  • Di stro
  • UMKM
  • Produk makanan dan minuman
  • Kerajinan tangan
  • Tas dan sepatu
  • Produk kecantikan
  • Merchandise
  • Produk handmade
  • Bisnis online
  • Dan berbagai jenis usaha lainnya

Jenis labelnya pun cukup beragam, misalnya label woven, label satin, hangtag, label printing, sticker label, hingga label berbahan khusus. Dengan menggunakan jasa pembuatan label, pemilik bisnis tidak perlu menangani seluruh proses produksi sendiri.

Apa maksudnya bikin label sendiri?

Bikin label sendiri berarti pemilik usaha menangani proses pembuatan label secara mandiri. Misalnya, membuat desain sendiri kemudian mencetak, memotong, melubangi, melipat, atau menyelesaikan label sesuai kebutuhan produk.

Cara ini memang dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan tertentu, terutama jika jumlah label masih sangat sedikit atau sekadar di gunakan untuk percobaan. Namun, ketika jumlah produksi mulai meningkat, ada beberapa hal yang perlu di perhitungkan.

Label custom vs bikin sendiri: apa perbedaannya?

Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut beberapa aspek yang bisa di bandingkan.

1. Dari segi biaya

Banyak orang menganggap membuat label sendiri pasti lebih murah. Padahal, biaya sebenarnya bukan hanya harga bahan.

Jika membuat sendiri, Anda mungkin perlu menghitung:

  • Harga bahan
  • Tinta atau alat cetak
  • Peralatan produksi
  • Biaya listrik
  • Alat potong
  • Waktu pengerjaan
  • Biaya kesalahan produksi
  • Biaya perawatan peralatan

Sementara pada custom label, biaya produksi biasanya sudah di hitung berdasarkan spesifikasi yang di pilih.

Jadi, jika jumlah label yang di butuhkan cukup banyak, memesan custom bisa menjadi pilihan yang lebih praktis karena proses produksi di tangani oleh pihak yang memang fokus pada pembuatan label.

Kesimpulannya: jangan hanya membandingkan harga bahan. Hitung juga seluruh biaya dan waktu yang di gunakan.

2. Dari segi waktu

Membuat beberapa label sendiri mungkin tidak membutuhkan waktu lama. Namun, bagaimana jika membutuhkan ratusan atau bahkan ribuan label?

Proses seperti mencetak, memotong, melipat, menyusun, dan melakukan pengecekan satu per satu tentu membutuhkan waktu. Bagi pemilik bisnis, waktu tersebut sebenarnya bisa di gunakan untuk mengerjakan hal lain, seperti:

  • Mengembangkan produk
  • Membuat konten
  • Mengurus pesanan
  • Melayani pelanggan
  • Mengelola pemasaran
  • Mengembangkan branding

Dengan custom label, proses produksi dapat di alihkan kepada pihak yang memang menangani kebutuhan tersebut.

3. Dari segi kualitas

Kualitas label dapat memengaruhi tampilan produk secara keseluruhan. Label yang kurang rapi, ukuran tidak konsisten, warna berbeda-beda, atau hasil potongan kurang presisi dapat membuat produk terlihat kurang profesional.

Pada custom label, spesifikasi produksi dapat di sesuaikan dengan kebutuhan brand. Mulai dari bahan, ukuran, warna, desain, hingga finishing dapat di rencanakan sejak awal. Hal ini penting terutama bagi bisnis yang ingin membangun identitas brand yang konsisten.

4. Dari segi konsistensi

Bayangkan sebuah brand memiliki 500 produk. Jika label di buat sendiri dan setiap proses di lakukan secara manual, ada kemungkinan ukuran, posisi desain, warna, atau hasil potongannya tidak selalu sama.

Sedangkan untuk kebutuhan branding, konsistensi sangat penting. Logo, warna, nama brand, dan elemen identitas lainnya sebaiknya tampil secara konsisten pada berbagai produk.

Custom label dapat membantu menjaga konsistensi tersebut, terutama ketika kebutuhan produksi sudah semakin besar.

5. Dari segi kemudahan produksi

Membuat label sendiri berarti Anda harus mengurus prosesnya dari awal sampai akhir. Mulai dari menyiapkan desain, memilih bahan, mencetak, memotong, sampai memastikan hasil akhirnya sesuai. Untuk bisnis yang masih kecil, hal tersebut mungkin masih bisa di lakukan.

Tetapi ketika pesanan mulai meningkat, proses tambahan tersebut bisa menjadi pekerjaan tersendiri. Dengan menggunakan jasa custom label, pemilik usaha dapat lebih fokus pada bisnis sementara proses pembuatan label di tangani oleh pihak produksi.

6. Bagaimana jika jumlah pesanan masih sedikit?

Tidak semua bisnis harus langsung menggunakan custom label dalam jumlah besar. Jika baru memulai usaha dan hanya membutuhkan sedikit label untuk melakukan percobaan produk, membuat sendiri mungkin masih menjadi pilihan yang masuk akal.

Begitu juga jika Anda memang memiliki peralatan dan kemampuan produksi sendiri. Yang terpenting adalah menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan.

Tidak ada satu pilihan yang cocok untuk semua bisnis.

7. Kapan sebaiknya menggunakan custom label?

Custom label lebih layak dipertimbangkan ketika:

  • Jumlah produk mulai banyak
  • Ingin tampilan produk lebih profesional
  • Membutuhkan ukuran dan bahan tertentu
  • Ingin menjaga konsistensi branding
  • Tidak ingin menghabiskan waktu untuk produksi label
  • Membutuhkan hasil yang lebih rapi
  • Ingin fokus pada pengembangan bisnis
  • Membutuhkan label secara rutin

Bukan berarti bisnis harus sudah besar untuk menggunakan custom label. Bahkan bisnis kecil dan UMKM juga dapat menggunakannya sebagai bagian dari proses membangun identitas brand.

8. Kapan bikin sendiri bisa menjadi pilihan?

Membuat label sendiri masih dapat di pertimbangkan jika:

  • Kebutuhan label sangat sedikit
  • Produk masih dalam tahap uji coba
  • Memiliki peralatan yang di perlukan
  • Memiliki waktu untuk mengerjakan sendiri
  • Ingin bereksperimen dengan desain
  • Belum membutuhkan produksi dalam jumlah banyak

Namun, seiring bisnis berkembang, kebutuhan produksi biasanya ikut berubah. Cara yang efektif untuk 20 label belum tentu tetap efektif ketika kebutuhan meningkat menjadi 500 atau 1.000 label.

Jadi, mana yang lebih menguntungkan?

Jawabannya tergantung pada kondisi bisnis masing-masing.

Jika kebutuhan masih sangat sedikit dan Anda memiliki waktu serta peralatan yang memadai, membuat label sendiri bisa menjadi pilihan.

Namun, jika jumlah produksi sudah meningkat dan Anda ingin menghemat waktu, menjaga kualitas, serta membangun branding yang lebih konsisten, custom label bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Yang perlu di perhatikan adalah biaya total, bukan hanya harga bahan.

Misalnya, label yang terlihat murah ketika di buat sendiri ternyata membutuhkan beberapa jam untuk diproduksi. Jika waktu tersebut seharusnya di gunakan untuk mengurus bisnis, maka biaya sebenarnya bisa menjadi lebih besar. Karena itu, sebelum menentukan pilihan, coba tanyakan:

“Saya ingin menghemat uang, atau menghemat waktu dan tenaga?”

Dari pertanyaan sederhana tersebut, Anda bisa lebih mudah menentukan pilihan yang sesuai.

Custom Label Bukan Hanya untuk Brand Fashion

Penggunaan label tidak terbatas pada pakaian. Berbagai jenis bisnis dapat memanfaatkan label sebagai bagian dari branding, termasuk UMKM, bisnis makanan, kerajinan, produk handmade, tas, sepatu, merchandise, hingga bisnis online.

Misalnya, sebuah usaha makanan dapat menggunakan sticker label pada kemasan. Brand pakaian dapat menggunakan woven label dan hangtag. Sementara bisnis handmade dapat menggunakan label sebagai identitas pada produknya. Artinya, selama sebuah produk membutuhkan identitas, label dapat menjadi salah satu bagian penting dari branding.

Jangan lupakan fungsi branding

Pada akhirnya, label bukan sekadar tulisan nama usaha. Label merupakan salah satu detail yang dapat membantu pelanggan mengenali sebuah brand.

Ketika logo, nama brand, warna, dan elemen visual lainnya di gunakan secara konsisten, produk akan memiliki identitas yang lebih mudah di kenali. Itulah sebabnya memilih label sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga paling murah.

Kesimpulan

Label custom vs bikin sendiri sebenarnya bukan tentang mana yang selalu lebih murah. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Bikin sendiri bisa cocok untuk kebutuhan kecil, eksperimen, atau bisnis yang memang sudah memiliki peralatan dan waktu untuk mengerjakannya. Sementara label custom lebih praktis untuk bisnis yang membutuhkan produksi lebih konsisten, menginginkan hasil yang rapi, dan ingin menghemat waktu serta tenaga.

Jadi, pilihlah berdasarkan jumlah kebutuhan, anggaran, waktu, kualitas yang di inginkan, dan tahap perkembangan bisnis Anda. Karena dalam bisnis, pilihan yang paling menguntungkan bukan selalu yang memiliki harga paling rendah, tetapi yang memberikan nilai terbaik di banding biaya, waktu, dan tenaga yang di keluarkan.

Ingin membuat label custom untuk brand anda?

hubungi kami untuk pemesanan label dan hangtag custom

Tidak perlu bingung menentukan bahan, ukuran, atau jenis label yang sesuai. Pargol Label membantu kebutuhan label dan packaging custom untuk berbagai jenis bisnis, mulai dari brand fashion, UMKM, hingga usaha lainnya.

Anda dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan label dan mendapatkan bantuan dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan produk dan kebutuhan branding Anda.

Mulai bangun identitas produk yang lebih profesional bersama Pargol Label.Konsultasikan kebutuhan label & packaging Anda sekarang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *